mgid

Terbaru, Ketegasan Anies Tindak Pelanggar PPKM Darurat Jadi Poin Plus untuk Pilpres 2024

Siskini news- Tindakan tegas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap para pelanggar aturan PPKM Darurat dinilai bisa nilai tambah baginya menuju Pilpres 2024. Diketahui, Anies Baswedan merupakan salah satu kepala daerah yang seringkali masuk bursa capres 2024.

anies baswedan - siskini news


NOTE ; DEMI KELANCARAN AKTIVITAS, ADMIN MOHON UNTUK KLIK IKLAN DI WEB INI


"Pemimpin siapa pun dia arus tegas dan jelas dalam menegakkan aturan. Yang salah ditindak. Yang disiplin ya diapresiasi," ujar pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (10/7/2021).


Ujang menambahkan, aturan dibuat untuk ditaati dan ditegakkan, bukan untuk dilanggar. Sebab, lanjut dia, sekali saja aturan tidak diindahkan, akan banyak pelanggaran-pelanggaran lainnya. "Apa yang dilakukan Anies bisa menjadi kredit poin dalam pencapresan. Itu bisa jadi nilai tambah bagi Anies," pungkasnya.


NOTE ; DEMI KELANCARAN AKTIVITAS, ADMIN MOHON UNTUK KLIK IKLAN DI WEB INI


Diketahui, delapan oknum pegawai Dinas Perhubungan Pemrov DKI Jakarta dipecat Anies Baswedan, Jumat (9/7/2021). Sebelum adanya pemecatan itu, sebuah video viral di media sosial yang direkam masyarakat menyoroti sejumlah petugas Dishub DKI Jakarta sedang nongkrong di warung kopi tanpa masker dan jaga jarak.


Sebelumnya, Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor. Anies pada sidak Selasa (6/7/2021) terlihat emosional dengan menunjuk-nunjuk seorang pekerja bagian HRD sebuah kantor. Anies meminta kantor agen properti itu menaati aturan PPKM Darurat dengan menutup serta memulangkan semua karyawan yang masuk hari itu.


BACA JUGA :  

Resep Masakan Khas Daerah Indonesia


Arif menilai, persepsi publik semacam itu akan dilihat sebagai nilai plus, sehingga menjadi poin bagi Anies. "Dan, boleh jadi berujung terhadap naiknya elektabilitas sehingga memudahkan langkahnya menuju Pilpres 2024," katanya


NOTE ; DEMI KELANCARAN AKTIVITAS, ADMIN MOHON UNTUK KLIK IKLAN DI WEB INI


Arif menambahkan, terlepas sikap tegas semacam itu merupakan bukti kinerja yang autentik atau sekadar gimmick, tentu bagi publik tak begitu masalah karena kinerjanya dianggap baik. "Ini karena politisi selalu berorientasi ganda, di satu sisi menjalankan mandatnya dengan kinerja baik dan di sisi lain juga menaruh harapan agar dapat mendulang elektabilitas," jelasnya.

Sumber :Sindonews   



Posting Komentar

0 Komentar