mgid

Berita Terbaru,Lengkap! Aturan Pengetatan PPKM Mikro Terbaru di Jabodetabek !

Siskini news-  Pemprov DKI Jakarta membuat kebijakan melakukan pembatasan di sejumlah sektor. Terbaru, Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan agar perkantoran di Jakarta melakukan WFH seventy five persen.

anies baswedan - siskini news


Hal ini tertuang dalam Kepgub Nomor 796 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Kepgub ini diteken Anies pada 21 Juni lalu.


"Menetapkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro selama 14 hari terhitung 22 Juni sampai 5 Juli 2021," demikian isi Kepgub Anies, dilihat pada Rabu (23/6/2021)


Ada eleven poin kegiatan yang diatur dalam Kepgub baru Anies ini. Aturan itu berlaku di seluruh Jakarta, tidak tergantung zonasi berdasarkan kasus Corona di wilayahnya.


Untuk perkantoran di seluruh Jakarta diminta menerapkan 25 persen work from workplace (WFO). Dengan demikian, 75% karyawan bekerja dari rumah.


"Work From Home (WFH) sebesar 75% dan Work From Office sebesar 25% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat," tulis Kepgub Anies.


Aturan WFH seventy five persen itu berlaku untuk perkantoran atau tempat kerja swasta, BUMN atau BUMD. Hal serupa juga harus diterapkan di perkantoran milik instansi pemerintah


Lengkap! Aturan Pengetatan PPKM Mikro Terbaru di Jabodetabek


Pemerintah kembali memberlakukan PPKM Mikro untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19) dengan pengetatan di berbagai sektor. Wilayah Jakarta dan sekitarnya pun melakukan sejumlah pengetatan.


"Perkembangan kasus COVID-19 menunjukkan tren kenaikan setelah lima pekan pasca-liburan Idul Fitri, terutama di beberapa daerah yang sudah masuk zona merah. Untuk menekan laju peningkatan kasus COVID-19, Pemerintah melakukan tindakan yang cepat, dengan melakukan penguatan PPKM Mikro serta mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi," tulis Kementerian Koordinasi Perekonomian, dalam keterangannya, Senin (21/6/2021).


Aturan PPKM Mikro Pusat

1) Kegiatan Perkantoran/Tempat Kerja: Perkantoran Pemerintah (Kementerian/Lembaga/Daerah) Perkantoran BUMN/BUMD/Swasta

Zona Merah: WFH 75% dan WFO 25%.

- Zona Lainnya: WFH 50% dan WFO 50%.

- Penerapan protokol kesehatan lebih ketat, pengaturan waktu kerja bergiliran, saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain.

- Pengaturan lebih lanjut dari K/L terkait dan Pemerintah Daerah.


2) Kegiatan Belajar Mengajar: Sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan:


- Zona Merah: dilakukan secara Daring.

- Zona Lainnya: sesuai pengaturan dari Kementerian DikbudRistek, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.


3) Kegiatan Sektor Esensial: Lokasi sektor esensial, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek essential nasional. Tempat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat (pasar, toko, swalayan, brilliant market), baik yang berdiri sendiri maupun di Pusat Perbelanjaan/Mall


- Dapat beroperasi a hundred percent dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.


4) Kegiatan Restoran: Warung makan, Rumah makan, Restoran, Kafe, Pedagang Kaki lima, Lapak jajanan, baik yang berdiri sendiri maupun di Pusat Perbelanjaan/Mall


- Makan/minum di tempat, paling banyak 25% kapasitas.

- Pembatasan jam operasional s.d. Pukul 20.00.

- Layanan pesan-antar/dibawa pulang sesuai jam operasional restoran.

- Penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.


5) Kegiatan di Pusat Perbelanjaan/Mall: Pusat perbelanjaan, Mall, Pusat Perdagangan


- Pembatasan jam operasional s.d. Pukul 20.00.

- Pembatasan pengunjung paling banyak 25% kapasitas.


6) Kegiatan Konstruksi: Kegiatan Konstruksi


- Dapat beroperasi one hundred percent dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.


7) Kegiatan Ibadah: Tempat Ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Tempat Ibadah lainnya)


- Zona Merah: ditiadakan sementara sampai dinyatakan aman.

- Zona Lainnya: sesuai pengaturan dari Kementerian Agama, dengan penerapan protokol kesehatan lebih ketat.

  SILAHKAN BACA JUGA INI : 

Resep Masakan Main Course Indonesia

Posting Komentar

0 Komentar